Friday, 26 June 2009

Laskar Pelangi

Maahad Al Islah

1. Menonton Laskar Pelangi mengungkit kami pada perjuangan arwah embah (atuk) mendidik anak-anak muridnya di Maahad Al Islah. Meskipun embah tak masuk Universiti, cukuplah anak-anak muridnya ramai berjaya.

Bak kata quote Laskar Pelangi,
"belajar memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya"
2. Ketika isu kerajaan mahu mengambilalih Sekolah Agama Rakyat (SAR) dan digantikan dengan silibus baru, embah bertegas mempertahankan Maahad Al Islah. Pada embah, mendidik bukan hanya mendidik akal, tetapi mendidik hati. Laskar Pelangi ada nukilkan,
"kecerdasan bukan dinilai dengan angka, tetapi dengan hati"








dulu kini

3.
Ini kerana SAR yang tiada bantuan perkapita, guru-gurunya hanya mendapat saguhati yang kecil, sumber2 yang terhad tetapi penekanan agamanya lebih berbanding di sekolah biasa.

4. Lebih2 lagi kami yang bersekolah di Barat, didikan hati itu perlu dicari di mosque, majlis2 ilmu dan paling penting di rumah.
Belajar untuk menghayati Islam.

5. Rasullullah saw once described "the intelligent person is the one who takes responsibility and his actions for the success in the Akhirah"


6. Seusai menonton Laskar Pelangi, semangat Ayah kata nak buat kisah perjuangan embah
for the next film script! he he
laskar pelangi
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

Friday, 12 June 2009

Sang Blooger berjuanglah II


When I say...I am a blogger
,
Doesn't mean I can write anything
I have no such authority, which is why Allah bestowed us guidance through Al-Qur'an & Rasulullah pbuh.

When I say...I am a blogger,
I'm not boasting of success
But I would love to trigger people's mind and to fill the intellectual space.

When I say...I am a blogger,
I'm not declaring to be perfect
In my humble opinion, I still need everyone's advices.

WHICH is why I AM here.

Sunday, 7 June 2009

ISA: Kita di Luar Palang Ini

Dear viewers/readers, may I ask you please do watch this video even though you are not interested in my writing.



1) Tersentuh sungguh. Bukan kemerduan yang dicari, tetapi maknanya. Masih bertahankah kita andai ditempat mereka? Ditahan tanpa bicara, tanpa bukti, tanpa saksi. Bukan untuk sehari dua, sebulan dua, tapi bertahun-tahun. Baca sini.

Sanggupkah kita?

2) Saya masih ingat ayah saya ditahan ketika saya masih kecil, tiga kali. Sedangkan untuk masa yang agak singkat begitu, terasa satu kehilangan dalam diri, bagaimana pula mereka yang bertahun-tahun menunggu ayah yang tidak pulang2. Setelah 2 tahun, 2 tahun lagi dan sampai bila?

3) Ketika 'IC' saya diminta oleh pihak FRU, "ini anak saya, dia belum ada IC", balas ayah, kebetulan saya dengan ayah waktu itu. Menyaksikan ayah sendiri dibawa pergi dengan trak polis dua kali dihadapan mata, sungguh terkesan di hati. Bayangkan mereka yang ayahnya ditahan ISA, dibawa jauh dari mereka, tanpa masa depan yang pasti.

MAHKAMAH, 2000

4) Saya bukan bercakap tentang jenayah, tapi kemanusiaan. Menahan tanpa bicara itu satu tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Setiap orang mesti diberikan hak untuk diadili tidak kira siapa mereka, batas dan hak mesti dijaga.

5) Kami alhamdulillah naik turun mahkamah, bebas. Mereka? Hanya "mahkamah tanpa bicara".

6) Ada satu benda yang ramai boleh buat; mendesak kerajaan Malaysia memansuhkan ISA dengan cara menyedarkan rakyat Malaysia tentang isu ini. Jangan dilupa mereka.

Saturday, 6 June 2009

Lost

Al-Fatihah for Al-Hafiz, my ex-classmate (Form 1) who has just passed away because of an accident. It reminds me that our age doesn't determine when we die. May Allah send him to the highest heaven and transcend his family with patient and taqwa.

To my ex-classmates and colleagues in Malaysia, good luck for SPM. We share the same spirit despite our situations, insyaAllah.

Tuesday, 19 May 2009

Sang Blogger berjuanglah I

Lukisan wajah arwah embah tersenyum dalam Majalah Keluarga edisi Hari Bapa Mei '09 . Doakan adik disini ye, embah.

Tak dinafikan, semakin ramai orang berblogging - mencipta berita sendiri dari membaca berita orang lain mungkin.Tak dinafikan juga blog/forum adalah satu media baru yang berkesan bagi Malaysia. Soalnya, berblogging untuk apa?

Betulkan Niat

Seperti solat yang tidak sah jika salah niat, begitu juga dalam berblogging. Suka saya katakan, menulis terlalu banyak tentang hal peribadi yang kosong isinya, membuang masa orang yang membaca dan juga yang menulis. Lagipun, kadang-kadang hal peribadi itu lebih special jika disimpan kemas tanpa dihebohkan.

Andai diri sendiri yang terasa, salah niat mungkin. Kita berblogging pasti ada niat, pesan ibu "betulkan niat". Mari sama-sama.

Perjuangan Sang Blogger

Sekarang sudah musim bunga hampir musim panas dan bila musim luruh menegur nanti, cukup setahun umur blog ini. Dan masih, saya bukan seorang blogger yang bagus. Tidak tahu berjihad dalam menulis tidak mengapa, kita merangkak, bertatih, berjalan dan insyaAllah berlari pecut satu hari nanti. Bukankah itu satu perjuangan juga?

Begitu juga dengan pemilik Friendster, Facebook, MySpace, Tagged, Hi5 dan apa2 yang sewaktu dengannya - enjoy2lah sambil mengutip pahala. Jadikanlah ia satu hiburan dalam mengejar redha ilahi, syurga hakiki.

Angkat Pena!

Arwah embah selalu pesan; cari kawan yang baik2 kerana mereka boleh mempengaruhi hidup kita. Sebagai seorang blogger, pengaruhilah pembaca berjuang di jalan Allah.

Berdakwah bukan hanya tugas para murabbi, para daie semata-mata
Berjuang bukan hanya tugas politikus,
Berjihad bukan hanya tugas para mujahid,

Sesungguhnya itulah tugas setiap Muslim. Tanpa diskriminasi umur, pangkat, jantina dan harta.


Memetik kata Habiburrahman El-Shiraz;
"Jihad seorang penulis dengan penanya di jalan Allah tidak kalah nilainya Dengan jihad seorang tentera dengan pedangnya di jalan Allah!"

Mari Sang Blogger, kita angkat pena, lebarkan jaringan,

Kita berjuang!



23 Jamadilawwal 1430
Selepas English Literature exam
Alexandra Terrace, UKhwatul Ummah (UK)

Sunday, 17 May 2009

HIJAB: Ritual or Spiritual?

Does it increase the spiritual arrogance or our humbleness as a Muslimah?
A short message for us to think, evaluate and improve ourselves.

Friday, 1 May 2009

Toilet learning 20 months old

Potty trained at 20 months old?? One of the first reactions I received was:  "Pity her!" I do not blame anyone who thought...